Pembelajaran di Sd
TUGAS
STRATEGI PEMBELAJARAN DISD
Tentang
Pembelajaran Di SD
Disusun Oleh:
Nanda Kurnia Putri (1820186)
Kelas: PGSD 4.4
DOSEN PEMBIMBING:
YESSI RIFMASARI, M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)
DAN SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) AZDKIA PADANG
2020
A. KONSEP BELAJAR
Belajar merupakan suatu peroses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamanya sendiri dalam interaksi dengan lingkunganya (Slameto 2010:2).
“Belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru. Belajar akan lebih baik, kalau si subjek melakukanya atau mengalami, jadi tidak bersifat verbalistik.” (Sardiman 2008:20)
Belajar merupakan aktifitas yang disengaja dan dilakukan oleh individu agar terjadi perubahan kemampuan diri, dengan belajar anak yang tadinya tidak mampu melakukan sesuatu, menjadi mampu melakukan sesuatu, atau anak yang tadinya tidak terampil menjadi terampil, (Tim Pengembangan Mata Kuliah Dasar Pendidikan 2012:124).
Secara pisikologis, belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan linkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, (Arifin 2012:6). Dari berbagai pendapat tersebut dapat di simpulkan, belajar adalah suatu peroses pembelajaran yang dimana ada perubahan perilaku menjadi lebih positif, yang terjadi karena individu mengalami atau berinteraksi pada lingkungnya.
B. KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN DI SD.
Karakteristik pembelajaran di sd dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Karakteristik pembelajaran di kelas rendah
a. Kognitif
b. Integratif
c. Hieraskis
2. Karakteristik pembelajaran di kelas tinggi.
Siswa sudah melakukan percobaan, atau eksperimen dan sudah mampu memecahkan masalah.
C.TAHAP- TAHAP PERKEMBNGAN PESERTA DIDIK.
Tahap perkembangan peserta didik sangat penting untuk di pahami dalam melaksanakan proses pembelajaran. Baik didalam keluarga kita sebagai orang tua ataupun kita pada kapasitas sebagai seorang pendidik. Dalam buku "Mengelola kecerdasan dalam pembelajaran" Hamzah B.Uno dan Masri Kuadrat membagi tahap perkembangan peserta didik yang terdiri dari:
1. Tahap pertama disebut periode sensorik motorik (sekitar 0-2 tahun).
Pada tahap ini anak (bayi) menggunakan alat indera dan kemampuan motorik untuk memahami dunia sekitarnya.
2. Tahap pra-operasional( usia 2-7 tahun).
Pada tahap ini kemampuan skema kognitifnya masih terbatas. Peserta didik suka meniru perilaku orang lain. Perilaku yang ditiru terutama perlaku orang lain (khususnya orang tua dan guru) yang pernah ia lihat ketika orang itu merespons terhadap perilaku orang, keadaan, dan kejadian yang dihadapi pada masa lampau. Peserta didik mulai mampu menggunakan kata-kata yang benar dan mengekspresikan kalimat-kalimat pendek secara efektif.
3. Tahap operasional kongkret ( usia 7-11 tahun).
Pada tahap ini peserta didik sudah mulai memahami aspek-aspek kumulatif materi, misalnya volume dan jumlah, mempunyai kemampuan memahami cara mengombinasikan beberapa golongan benda yang bervariasi tingkatannya. Selain itu, peserta didik sudah mampu berpikir sistematis mengenai benda-benda dan peristiwa-peristiwa yang kongkret.
4. Tahap operasional formal ( usia 11-15 tahun).
Pada tahap ini peserta didik sudah menginjak usia remaja. Perkembangan kongnitif peserta didik pada tahap ini telah memiliki kemampuan mengkoordinasikan dua ragam kognitif, baik secara simultan (serentak) maupun berurutan. Misalnya kapasitas merumuskan hipotesis (anggapan dasar) peserta didik mampu berpikir untuk memecahkan masalah dengan lingkungan yang ia respons. Sedangkan dengan kapasitas menggunakan perinsip-perinsip abstrak, peserta didik akan mampu mempelajari materi pelajaran yang abstrak, seperti agama, matematika, dan lainnya.
Artikelnya sangat bagus..dan sangat membantu...👍
BalasHapusMakasih kax
HapusWahhhh artikelny sangat bagus dan bermanfaat.terimakasih
BalasHapusWahhh artikelnya sangat bagus dan bermanfaat. Terimkasih
BalasHapusartikel nya sangat mantap sekali dan sangat sangat bagus
BalasHapusBagus untuk Nambah wawasan dan pengetahuan
BalasHapusIya,,, makasih ya
HapusTerimakasih kak, sangat bermanfaat
BalasHapusJelaskan apa yang di maksud dengan kognitif?
BalasHapusKognitif adalah potensi intelektual seorang anak yg terdiri daridari pengetahuan, pemahaman, dan penerapan, analisa seorang anak .
HapusBagus wawasan nya nanda
BalasHapusArtikel yang bagus nan.
BalasHapusSangat membantu artikel nya
BalasHapusArtikel yg bagus dan sangat bermanfaat
BalasHapusMakasih ya
HapusArtikelnya sangat bermanfaat nanda
BalasHapusMakasih
HapusSingkat, padat, dan jelas serta menginspirasi..
BalasHapusTeruslah berkarya..
Artikelnya bagus dan menambah wawasan,ditunggu artikel selanjutnya nanda
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusArtikel yang cukup bagus dan sangat membantu.. Namun perlu beberapa tambahan lagi seperti jelaskan apa itu kognitif, integratif, hierkis.. Sebab nggak semua orang tau artinya😊 jadi butuh juga penjelasan mengenai kognitif, integratif dan hierkis tersebut.. Trimakasih🙏🙏
BalasHapusMakasih sarannya ya
HapusArtikelnya sangat bagus dan juga membantu kx nanda
BalasHapusArtikelnya udh bagus,smga bermanfaat bagi org banyak
BalasHapusartikelnya bagus,semoga bermamfaat bagi semua orang
BalasHapusArtikel nya bagus, smoga bermanfaat bagi semua orang
BalasHapusArtikelnya cukup bagus moga bermanfaat bagi anak negri
BalasHapusMakasih KK,artikel nya sangat membantu
BalasHapusTerimakasih artikelnya sangat bermanfaat
BalasHapusartikelnya sangat menarik
BalasHapusartikelnya sangat menarik
BalasHapus